Showing posts with label Renungan dan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Renungan dan Motivasi. Show all posts

Thursday, 23 February 2012

Lupa Berdoa


Yakobus 4:2
Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 52; Kisah Para Rasul 24; Imamat 14-15

Sebagai seorang praktisi dalam dunia kerja tentunya kita juga tidak akan luput dari yang namanya masalah. Seringkali masalah itu muncul dengan tiba-tiba dan biasanya itu sangat mengejutkan dan membuat kita seperti seseorang yang kehilangan tempat untuk berpijak.

Dan dalam kebanyakan kasus, reaksi pertama dari seseorang (termasuk saya sendiri) saat menghadapi masalah yang muncul dengan tiba-tiba adalah berupaya untuk mencari jalan keluar secepat mungkin. Kita biasanya akan mencoba beberapa alternatif yang dapat kita pikirkan, bahkan tidak jarang kita juga akan sedikit melanggar etika dan kebenaran asalkan masalah tersebut dapat dengan segera diatasi.

Namun dalam banyak kasus tersebut saya belajar mengapa pertolongan atau jalan keluar jarang dapat kita temukan walaupun berbagai upaya telah kita lakukan. Apa yang firman Tuhan tunjukkan adalah, kita sering tidak mendahulukan dan melibatkan Tuhan. Sehingga kita ‘lupa' untuk berdoa. Ya, kadang jawabannya adalah sesederhana itu.

Allah sanggup mengatasi segala permasalahan kita, tetapi kita tidak datang dan berseru kepada-Nya. Para profesional, di dalam setiap masalah sudahkah kita berdoa? Atau kita masih berharap pada orang lain atau usaha-usaha kita sendiri? Datanglah pada-Nya hari ini, maka kita akan mendapatkan pertolongan tepat pada waktunya.

Biarlah hidup Anda dimulai dengan berdoa dan sempurnakan dengan banyak berdoa.




Dikutib dari :
http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

Tuesday, 15 November 2011

Orang Miskin yang Kaya (Bai Fang Li)


Namanya BAI FANG LI. Pekerjaannya adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.

Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang di jalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, di ruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, di ruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Di pojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.

Bai Fang Li tinggal sendirian di gubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong. Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.

Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.

Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat di pundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar di mukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.

Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ke tempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu ke mulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.

“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….,” jawab anak itu.

“Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.

“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…,” sahut anak itu.

Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.

Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.

Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam 8 malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan membeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.

Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmm… tapi masih cukup bagus… gumamnya senang.

Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, di tengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.

“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.

Bai Fang Li berkata “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan….,” katanya dengan sendu.

Semua guru di sekolah itu menangis….

Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta rupiah, jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.

Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan ”Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa”.

Bila SESEORANG yang miskin menyumbang dari kekurangannya, maka ia adalah salah satu PENGHUNI SURGA yang diutus ke dunia, yang mengajarkan kita untuk selalu BERSYUKUR dan selalu BERBAGI kepada sesama.

By His Grace : Kevin El Sinfonia (FB)
Writter : Hendrawan Zoro (FB)

Kisah Anak Penyemir Sepatu


Adalah seorang Bapak yang berprofesi sebagai pengusaha. Setiap hari Bapak ini harus menyeberang sungai dengan sebuah kapal kecil untuk menuju ke kantornya. Sebelum pergi, biasanya ia mampir di sebuah kedai yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan itu untuk minum kopi. Di sekitar kedai itu ada beberapa anak kecil yang menawarkan jasa semir sepatu kepada pria-pria yang sedang duduk menikmati hangatnya kopi pagi.

Bapak inipun memanggil seorang anak kecil untuk menyemir sepatunya, "Nak, mari datang kemari. Tolong semirkan sepatu Bapak ya?"

Anak kecil itupun datang menghampiri Bapak ini dan dengan penuh semangat mulai menyemir sepatunya. Dari mata anak itu terpancar betapa senangnya ia melakukan pekerjaan itu untuk Bapak ini. Setelah selesai, sejumlah uangpun diberikan kepadanya, dan anak itu mengucapkan terima kasih.

Keesokan harinya, ketika Bapak ini baru saja turun dari kapal kecil yang ditumpanginya, dari kejauhan anak itu segera berlari mendapatkan Bapak ini. Dengan senang hati ia membantu membawa tas Bapak ini sampai ke kedai kopi. Sementara Bapak ini menikmati hangatnya kopi pagi, anak kecil itu menyemir sepatunya sampai mengkilap. Seperti biasanya, setelah anak itu selesai menyemir sepatu, Bapak ini kemudian memberikan sejumlah uang kepadanya.

Kejadian ini terus saja berulang sampai suatu pagi terjadi suatu hal yang tidak seperti biasanya. Pagi itu, ketika anak kecil ini melihat sang Bapak turun dari kapal, dengan sekuat tenaganya ia berlari mendapatkannya dan membawa tasnya sampai ke kedai kopi. Ia membuka sepatu Bapak ini dengan tangannya sendiri dan kemudian menyemir sepatunya sampai mengkilap. Dari sorot matanya yang polos, ia melakukannya dengan penuh antusias. Setelah selesai, Bapak ini kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari kantongnya untuk memberikannya kepada anak itu. Tapi reaksinya sungguh berbeda. Anak itu menolak pemberian Bapak ini.

Bapak ini kaget. ‘Apa yang terjadi? Apa ia tidak membutuhkan uang?' tanya Bapak itu dalam hatinya. Kemudian dengan lembut Bapak ini bertanya sambil menatap wajah anak itu, "Nak, kenapa kamu tidak mau mengambil uang ini? Apakah kamu tidak membutuhkannya?"

Dengan mata berkaca-kaca anak kecil tersebut menjawab, "Pak, saya ini anak yatim piatu. Saya hidup di jalanan. Kedua orang tua saya sudah lama meninggal. Saya belum pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua. Tetapi ketika kita pertama berjumpa dan Bapak memanggil saya dengan sebutan, ‘Nak, mari datang kemari', sewaktu Bapak memanggil saya ‘Nak', saya merasa seperti anak Bapak. Saya merasa memiliki ayah lagi. Oleh sebab itu saya tidak mau lagi mengambil uang yang Bapak berikan kepada saya. Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."

Kemudian sambil menangis, sambil memegang bahu anak itu dan memandang wajahnya, Bapak itu bertanya, "Nak, maukah mulai saat ini juga kamu tinggal bersama saya dan menjadi anak saya?" Sambil memeluk erat Bapak itu anak ini menjawab, "Ya, Pak. Saya mau!"

Bukankah demikian dengan kita? Ketika kita sebagai anak yang terhilang, Tuhan datang sebagai Bapa yang baik menghampiri dan memanggil kita, "Nak, mari datang kemari!" Saat suara itu memanggil, kita merasakan kembali kasih Bapa. Ketika kita merasakan kasihNya yang besar, kasih tanpa batas dan tanpa syarat itu, kasih Bapa itu pula yang dapat membuat kita berkata seperti anak kecil itu, "Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."


By His Grace : Kevin El Sinfonia (FB)
Writer in this Blog : Hendrawan Zoro (FB)

Perbedaan dapat menghalangi Kemenangan

Filipi 4: 2-3
"Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 28; Matius 28; Keluaran 5-6

Pernahkah Anda berpikir bila di dalam satu tim sepakbola yang sedang bertanding di tengah lapangan, para pemainnya hanya mengandalkan kemampuan individu dan mengesampingkan kerjasama? Tentu saja kekalahan akan dialami oleh tim tersebut. Tidak adanya harmonisasi permainan diantara para pemain adalah penyebab hal itu bisa terjadi.

Paulus tahu pentingnya kerjasama, jadi ia mendorong dua wanita yang sedang bertengkar untuk berdamai. Euodia dan Sintikhe, anggota-anggota gereja Filipi, telah menyebabkan suatu perbedaan karena ketidaksesuaian mereka. Paulus menggunakan wanita-wanita ini sebagai contoh untuk masuk ke dalam sebuah pasal tentang damai sejahtera. Ia tidak meminta Euodia dan Sintikhe bertindak sama, tetapi untuk sehati sepikir.

Istilah ‘sehati sepikir' yang digunakan oleh Paulus mengesankan mengenai kesesuaian. Menyanyi dalam ketidaksesuaian tidak berarti menyanyi dalam nada yang sama. Para pemain seharusnya memegang kedudukan berbeda dalam sebuah tim. Kesesuaian berarti usaha-usaha Anda memperlengkapi usaha-usaha orang orang lain, bukannya bertentangan dengan mereka.

Kesatuan mengarahkan Anda kepada keberhasilan, tetapi keegoisan akan membawa ke dalam jurang kegagalan.





Sumber :http://renungan-harian-kita.blogspot.com

Tuesday, 31 May 2011

Kisah Seorang Ayah

Dibalik kisah seorang ‘Ayah/Papa’

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Monday, 23 May 2011

Sahabat

By : Joshua

Sahabat adalah seseorang yang mengerti dirimu dan menerimamu apa adanya.

Sahabat adalah seseorang yang mau berkorban untukmu dan mau memberikan apa yang terbaik yang ada padanya.

Markus 2:1-12 adalah contoh yang Alkitab katakan tentang persahabatan. Dalam perikop ini dikisahkan ada seorang lumpuh yang digotong oleh keempat sahabatnya yang sehat. Karena keadaan di rumah itu sudah penuh sesak oleh orang-orang, kelima orang itu tidak bisa masuk lewat pintu utama. Lewat pintu belakang juga tidak bisa.
Pikir punya pikir akhirnya mereka naik ke atap, membongkar atap dan menurunkan orang lumpuh itu dari atap tepat di hadapan Tuhan Yesus. Akhirnya Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh itu.

Biasanya Yesus selalu menyembuhkan dilihat dari iman orang yang sakit itu apakah ia sungguh-sungguh mempercayai Yesus adalah putra Allah atau tidak. Tapi di kasus ini unik. Mengapa? Karena di ayat 5 dikatakan, Yesus melihat iman mereka. Yap! Yesus melihat iman dari sahabat-sahabat si sakit.

Yesus melihat kesungguhan dan pengorbanan dari para sahabat-sahabat si sakit. Bisa saja saat melihat ramainya orang yang mendatangi Yesus dan mereka tidak masuk, mereka bisa saja langsung pulang. Mereka mungkin saja tidak mau repot-repot hanya untuk kesembuhan si sakit. Mungkin saja atap yang mereka naiki adalah terbuat dari seng di siang hari bolong yang panasnya bisa dipakai menggoreng telur. Mungkin saja rumah itu tinggi sekali sehingga terlalu beresiko untuk naik ke atasnya. Mereka bisa saja malas berkorban dan langsung pulang.

Tapi dikisahkan di Alkitab, mereka tetap melakukannya. Mereka naik ke atas, membongkarnya dan menurunkan si sakit. Mereka kreatif. Dan mereka mau berkorban. Mereka menyayangi sahabat mereka (si sakit) dan benar-benar berharap agar Tuhan Yesus mau menyembuhkannya. Mereka mau memberikan yang terbaik untuk kesembuhan sahabat mereka. Mereka tidak egois.

Oleh karena itu dikatakan Yesus melihat iman mereka dan bukan si sakit. Yesus melihat kesungguhan mereka. Yesus melihat pengorbanan mereka, kekreatifan mereka dan usaha-usaha mereka. Dan Yesus merasakan kasih di antara persahabatan mereka. Oleh karena itulah Yesus mau menyembuhkan si sakit.

Sobat Kristus, jaman sekarang di dunia yang serba sulit ini, nilai-nilai persahabatan sudah memudar. Pertemanan yang ada pun didasari uang atau kebutuhan satu sama lainnya. Kebutuhan bisnis, saling menguntungkan bahkan ada juga jemaat gereja yang melakukan persahabatan palsu hanya untuk menjaring jiwa dan mengajaknya ke gereja. Nilai-nilai persahabatan sudah memudar.

Maka benarlah ada pepatah yang mengatakan: Mencari seorang sahabat bagaikan mencari permata di sebuah lumbung jerami yang besar. Sulit ditemukan, tapi begitu berharga ketika ditemukan. Seorang sahabat lebih erat daripada keluarga bahkan saudara kandung sekalipun. Ada orang yang mempunyai banyak teman tetapi tidak mempunyai sahabat sama sekali. Teman dan sahabat adalah berbeda. Dengan sahabat kita bisa berbagi tanpa takut rahasia kita terbongkar karena sahabat tidak pernah menusuk dari belakang.

Sobat Kristus, sebelum kita mencari sahabat, ada baiknya kita menjadi sahabat bagi orang lain dulu. Bertemanlah dengan tulus. Jangan mengharapkan apa-apa darinya. Pinjamkanlah telingamu dan pundakmu baginya bila ia sedang bersedih. Turut bergembiralah bersamanya ketika ia sedang gembira. Jangan iri, jangan cemburu, karena persahabatan sejati didasari oleh kasih (1 Korintus 13:13).

Kebenaran Allah

Saudara, jangan ukur dirimu dengan orang lain, tetapi dengan kebenaran Allah. Ukurlah dirimu dengan Kristus. Tetapi ingat, di dalam semangat hidupnya, manusia memang tidak mau mencari Allah. Pencarian manusia hanya untuk memuaskan dirinya, untuk membenarkan dirinya. Padahal tanpa Allah dia bukan apa-apa. Jadi, secara positif manusia tidak mampu berbuat baik. Secara positif tidak ada kekuatan untuk itu. Lalu secara negatif, manusia tidak mampu me-nolak dosa. Maka seluruh dosa yang datang menyerbu menjadi bagian dari hidupnya. Ketika ia menutupi satu tembok—katakanlah dia tidak mencuri—tetapi dia tidak bisa menghindar dari sifat iri hati, misalnya. Artinya ia tidak mampu menolak dosa.

Jadi, semua kembali diukur pada Allah. Sesuatu yang tidak tepat pada ketetapan Allah, itu sudah menjadi dosa. Nah kalau sudah begini siapa manusia yang tidak berdosa? Seluruh manusia sudah berdosa. Manusia tidak mampu menolak dosa, karena dosa telah menjadi tuan atas manusia. Karena dosa sudah menjadi majikan yang berkuasa atas hidup manusia. Dosa mempermainkan manusia. Jadi, di dalam pemahaman yang seperti inilah kita belajar membangun suatu pemahaman yang utuh, supaya kita sungguh-sungguh hidup dalam terang Tuhan.

Manusia berdosa yang tidak mampu berbuat baik, sekaligus tidak mampu menolak dosa, adalah manusia yang rusak total di hadapan Allah. Kerusakan manusia yang tanpa ampun, sangat mengerikan. Kerusakan yang karenanya wujud awal tidak bisa lagi dikenali. Kerusakan yang karenanya model awal tidak lagi bisa dikenali. Kerusakan yang karenanya, model awal tidak lagi bisa dimengerti, tidak lagi memberi ciri-ciri. Begitulah ketika manusia sudah jatuh ke dalam dosa. Ciri-ciri kesucian manusia tidak lagi ada. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka menjadi malu karena telanjang, padahal hanya mereka berdua yang ada di sana. Dosa sudah menggu-gurkan kemuliaan dan kesucian yang hidup pada mereka.

Jadi, keadaan manusia berdosa menjadi sebuah lukisan yang tidak berpengharapan, tepat seperti apa yang dikatakan Roma 3 : 12-13, “Semua orang sudah me-nyeleweng, tidak ada yang ber-guna. Kerongkongan mereka se-perti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa…” Kalaupun mereka menampilkan pola hidup yang kelihatannya terhormat, tetapi di balik semua itu ada motivasi yang tidak terkendali. Ada keinginan batin yang dalam, yang tidak mampu dikendalikan. Dosa kasar, halus, besar maupun kecil, di mata Allah tetap dosa.

Jadi saudara, manusia berdosa adalah manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri. Sehingga ketika pun dia menjadi baik di kemudian hari, itu hanyalah anugerah Allah: solagracia. Sebagai orang Kristen kita harus bersyukur dan mendemonstrasikan kerendahan hati, karena kita telah ditolong oleh-Nya sehingga kita berpindah dari kehidupan yang penuh keberdosaan ke hidup yang penuh kebahagiaan bersama dengan Tuhan.

Tuhan Bisa Sakit Hati

Ibrani 3:7-11; Mazmur 78:40, 41

“Di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya” (Ibrani 3:9).

Allah menyertai bangsa Israel selama empat puluh tahun di padang gurun bukanlah hal yang mudah. Hampir setiap hari mendengarkan kalimat-kalimat negatif dan pesimistis dari umat-Nya sendiri. Rupanya bukanlah jaminan bila mereka akan menempuh perjalanan itu dengan nyaman setelah berbagai tanda ajaib ditunjukkan di hadapan mereka. Bayangkan, selama empat puluh tahun itu berbagai tanda ajaib telah ditunjukkan di hadapan mereka, namun masih saja hati mereka bebal dan kepala mereka keras.

Bagaimana dengan keadaan Israel modern seperti zaman sekarang ini? Ternyata tidaklah jauh berbeda. Di sini kita masih menemukan orang-orang Israel yang duduk-duduk sambil menggerutu dan menyalahkan Allah.

Kita saat ini sedang menghadapi krisis rohani yang sama dengan bangsa Israel di padang gurun. Gerutuan, omelan, dan kekesalan yang ditumpahkan kepada Allah setiap hari terdengar seperti melodi yang sumbang di telinga Allah. Hati mereka tidak ada ucapan syukur lagi. Selalu saja ada bahan untuk menyalahkan Allah.

Ingatlah bahwa generasi Israel di padang gurun tidak ada yang bisa masuk ke tanah Kanaan, kecuali Yosua dan Kaleb yang menaruh imannya kepada Allah. Generasi saat itu telah menimbulkan kemarahan Allah dengan segala perbuatan-perbuatan yang jahat. Kalau Anda membaca Mzm. 78, maka Anda akan melihat tulisan seseorang yang mengingatkan kembali kepada sejarah masa lalu. Salah satu kalimatnya adalah, “Berapa kali mereka memberontak terhadap Dia di padang gurun, dan menyusahkan hati-Nya di padang belantara! Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel” (Mzm. 78:40, 41).

Nilai Kehidupan dalam Yesus Kristus

"Ketika Engkau sudah bisa menghargai Hidup . . tak kan kau sia - siakan hidupmu untuk hal yang tidak berguna."

"Hal yang paling menyedihkan di dalam hidup adalah ketika Engkau tidak bisa melayani orang lain."

"Seorang pemimpin besar di mulai dari hati yang suka MELAYANI."

"bagiku, pencobaan bukanlah hal yang buruk karena saat itu justru aku bisa selalu mencari Tuhan dan mendapati Dia ada untukku.dan aku semakin bisa mengembangkan IMANKU supaya semakin serupa dengan dirinya"

"dahulukanlah Tuhan di atas segalanya karena Dialah yang mengatur segala hal yang terjadi di hidup kita. "

"berhati - hatilah ketika engkau mendapat banyak berkat karena berat itu ANUGERAH dan juga PENCOBAAN."

"mati adalah keuntungan bagiku dan hidup bagi Tuhanku, tetapi yang tersulit di sini apakah engkau sudah mempersiapkan hidupmu menghadapi kematian? karena sesudah itu kita akan diminta pertanggung jawaban atas segala yang telah kita ucapkan dan kita lakukan."

"jadikanlah hukum Tuhan sebagai DASAR di dalam hidupmu supaya engkau beroleh hidup yang kekal bersama Dia yang MahaTinggi di surga, karena tipu daya iblis begitu licik dan selalu sama tetapi karena kebodohan kitalah kita mudah di perdaya."

"segala perbuatan dosa ialah perbuatan yang MENGUNTUNGKAN DIRI SENDIRI, tetapi perbuatan yang BENAR ialah perbuatan yang DILAKUKAN BAGI ORANG LAIN TANPA MEMINTA BALASAN APAPUN."

"jagalah perkataanmu seperti kau menjaga permata, karena apa yang kau ucapkan itu menggambarkan hatimu."

"apa yang dari luar tidak bisa menajiskan kita, tetapi apa yang dari dalam menajiskan kita di hadapan Tuhan."

"segala hal yang membuat dirimu beruntung dan BAIK belum tentu BAIK DI HADAPAN TUHAN."

"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap HATIMU, JIWAMU, DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU."

"jika aku boleh memilih aku lebih memilih untuk bersama dengan Yesus, tetapi ketika aku masih di sini aku masih mempunyai tugas yang harus kulakukan yang di berikan Tuhan sesuai dengan kemampuanku dan harus ku lakukan dengan segenap hati dan akal budiku."

"jagalah perkataanmu karena disitulah keluar janji dan puji- pujian dan dari sanalah keuar cacimakian, dan juga hal - hal buruk, tetapi perbuatlah supaya apa yang kau ucapkan itu bisa membangun orang lain dan bukan meruntuhkan semangatnya."

"jadikanlah hidupmu sebagai GARAM DAN TERANG DUNIA dan jangan kau jadikan dirimu itu batu sandungan bagi saudaramu yang lain."

"anda di tempatkan di keluarga anda itu BUKANLAH SUATU KEBETULAN. tetapi Tuhan telah merancang anda sebagaimana mestinya bahkan sebelum lahir dan bahkan sebelum ada ataupun orang tua anda ada."

"segala talenta dan hal sampai yang terkecil sekalipun itu milik Allah dan kita hanya meminjamnya, benarlah bila kita mengambalikan apa yang kita pinjam sesuai dengan saat kita meminjamnya dan beserta bunga - bunganya."

"janganlah engkau menyamakan dirimu dengan orang lain, karena Tuhan telah menjadikan dirimu sedemikian rupa dengan tidak ada duanya dan tidak ada gantinya, walaupun wajah kembar sekalipun, sifat pasti membedakan."

"janganlah engkau MENIRU (MENYONTEK) dalam hal apapun, karena jika engkau berbuat demikian maka engkau meragukan kemampuan yang telah di karuniakan Tuhan kepadamu.tegakah engkau meragukan Tuhan Allahmu sendiri? kaena memuliakan Tuhan di dalam perbuatan adalah melakukan segala hal dengan menggunakan semua karunia yang telah Tuhan berikan untuk kita gunakan. karena segala perbuatan yang menggunakan kemampuan yang di berikan Tuhan kepada kita untuk melayani orang lain itu berkenan bagi Allah."

"Janganlah engkau bersedih dan berkecil hati karena kelemahanmu, dan janganlah engkau menutupi itu. sebab Bapa di sorga akan memakai segala yang ada di dirimu termasuk kelemahanmu untuk membuat orang yang gagah perkasa menjadi ciut nyalinya dan malu."

"ketahuilah, ketika semua semakin hancur dan semakin rusak! JANGAN engkau berkecil hati. tetapi lihatlah dari sudut pandang Allah sehingga engkau tidak salah bertingkah dan bersikap menghadapai apa yang terjadi, karena semua itu merupakan rencana dan juga penggenapan dari Firman - Nya. sebab dia tidak akan sekalipun mencoba untuk menarik perkataan nya lagi."

"janganlah engkau memandang hidup untuk mencari harta yang fana, tetapi carilah harta yng abadi, yang tidak akan rusak oleh ngengat dan tidak akan bisa dicuri, yang disediakan oleh Allah bagi kita."

"janganlah engkau mempunyai hati seorang pemimpin tetapi milikilah hati yang selalu ingin MELAYANI ketika di surga kelak siang dan malam kita akan MELAYANI Dia yang berkuasa atas segalanya."

"MINTALAH kepada Bapa agar engkau di beri pengetahuan tentang BENAR dan SALAH, agar engkau bisa melihat dan mengikuti apa yang Bapa mau dan ingini dari hidupmu."

"JADIKANLAH hidupmu memiliki KASIH SEBESAR GUNUNG, supaya engkau bisa mengasihi orang lain seperti ataupun melebihi dirimu sendiri, karena itulah salah SATU hal yang Bapa inginkan dari hidup kita."

"Tangguhkanlah SEGALA rasa malumu, karena hal itu menghalangimu untuk memberi dampak dan menjadi orang besar"

"INGATLAH, selalu bahwa Yesus ada di hatimu, dan supaya engkau tidak menjadi serupa dengan dunia ini, dan supaya engkau tidak mengikuti arus dunia ini, karena hal itu tidak akan membawa keuntungan darimu,."

"ingatlah temanku, hal yang akan ku tulis ADALAH SALAH SATU HAL TERPENTING, yakni, ENGKAU HARUS BERSIAP BILAMANA ENGKAU DIHADAPKAN PADA SUATU KEADAAN YANG ENGKAU HARUS MEMILIH ANTARA KELUARGA DAN TUHANMU, AKU MENULIS INI KARENA INI ADALAH HAL TERPENTING YANG HARUS KALIAN KETAHUI, DAN KALIAN HARUS MEMPERSIAPKAN MENTAL KALIAN BILAMANA KELAK! KALIAN AKAN KEHILANGAN SELURUH HARTA KALIAN DEMI TUHAN, JANGAN MERATAPINYA! JANGAN PULA BERSEDIH KARENA ENGKAU MENDAPAT NILAI YANG JELEK SEKALIPUN, KARENA DI BALIK SEMUA ITU TUHAN MEMILIKI MAKSUD, YANG DIMANA PENDERITAANMU AKAN MENJADI ALAT UNTUK MENOLONG DAN MEMBANTU ORANG LAIN."

"Harga untuk mendapatkan KEJUJURAN, KESETIAAN, KETAATAN. itu sbesar RASA MALUMU dan harus kau bayar dengan RASA PERCAYA DIRIMU dan engkau harus pikul HATI SEORANG HAMBA di hidupmu."

"INGAT! SEMUA hal terjadi karena TUHAN MENGIJINKAN!!! bila Tuhan tak mengijinkan maka semua hal mustahil untuk terjadi!

segala hal yang kutulis di atas bukanlah kehendakku ataupun kemauanku, tetapi berterima kasihlah pada Tuhan yang mengijinkan aku untuk menulis seluruh hal ini kepada kalian, karena dasar hidup kita sekarang bukanlah "untukku" melainkan "untukmu" atau nama lain nya "KASIH" seperti Bapa di sorga.


Karya : Kevin H.S.

By His Grace... :)
Takut akan Tuhan adalah awal dari pengetahuan!

Memahami HikmatNya

Bacaan: 2 Korintus 11: 7-15

11:7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?

11:8 Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!

11:9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.

11:10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya.

11:11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.

11:12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.

11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.

11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

11:15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

Ketika kita bertemu dengan Tuhan Yesus dan mengenal Injil-Nya, barulah kita bisa mengatakan bahwa Tuhan itu luar biasa. Kehadiran-Nya dalam hidup ini dan kebenaran-Nya yang memperbarui pikiran kita membangkitkan suatu kesaksian dalam diri kita, bahwa Allah kita adalah Allah yang luar biasa, dan satu-satunya Allah yang benar, tidak ada duanya. Kedahsyatan-Nya bukan hanya terletak pada kekuatan kuasa-Nya, tetapi hikmat-Nya yang menuntun kita kepada segala kebenaran. Sepatutnyalah kita menjadi kagum terhadap hikmat-Nya.

Dengan memahami hikmat Tuhan, kita dapat menemukan kebohongan dalam berbagai ajaran lain yang juga mengajarkan mengenai Allah yang menciptakan langit dan bumi. Kebohongan iblis yang cerdas telah menyesatkan manusia dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Ingat, iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang (ay. 14). Harus diperhatikan, barang imitasi selalu berusaha ditampilkan semirip mungkin dengan barang aslinya. Kalau seseorang tidak belajar memahami hikmat Tuhan melalui Alkitab dengan teliti, ia tidak bisa membedakan antara pengajaran imitasi yang menyesatkan dengan ajaran Tuhan Yesus Kristus yang murni.

Hari ini banyak orang disesatkan oleh berbagai ajaran yang mengajarkan mengenai Allah yang Esa, Allah yang baik dan penuh kasih, tetapi menolak Tuhan Yesus sebagai jalan keselamatan. Jika menghadapi mereka, bagaimana kita dapat membuktikan bahwa apa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita adalah ajaran yang benar, kalau kita tidak mendalami secara memadai kebenaran Injil-Nya?

Yang disebut pelayan-pelayan iblis yang menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran (ay. 15) bukanlah penyembah setan, melainkan para pembicara Kristen yang secara tidak sadar dimanfaatkan iblis melalui filosofi agama lain dan filosofi dunia yang menyusup dalam kehidupan mereka melalui pergaulan hidup sejak kecil. Berkenaan dengan ini, agar tidak menjadi saluran penyesatan iblis, orang-orang yang berasal dari agama lain haruslah belajar Injil secara memadai dulu, baru diberi mimbar untuk bersaksi dan mengajar atau berkhotbah. Bukan berarti kita meragukan pertobatan mereka, tetapi kalau alam pikiran mereka belum diubah secara signifikan, maka mereka akan mengeluarkan perbendaharaan pengajaran yang tidak sesuai dengan Injil Tuhan Yesus Kristus. Demikian pula, para pembicara Kristen yang berlatar belakang dari berbagai profesi dapat mengeluarkan perbendaharaan pikiran mereka yang tidak selaras dengan Injil Kerajaan Surga, apabila belum mengerti kebenaran Injil secara lengkap. Pahami hikmat-Nya, agar kita waspada.

Kita harus memahami hikmat Tuhan untuk mewaspadai kebohongan iblis yang menyesatkan manusia melalui tipu dayanya.

Wednesday, 18 May 2011

Kisah Pohon Besar

" Jadi akhirnya, saudara- saudara semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8)"

Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil. "cabutlah pohon itu" katanya. Segera pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu sampai ke akar-akarnya.

Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. "Coba cabut pohon ini" katanya. Sekali lagi pemuda tersebut menuruti perintah pak tua, namun kali ini ia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut pohon tersebut sampai ke akar-akarnya.

Akhirnya, mereka berhenti kembali di pohon yang sangat besar,"sekarang cabutlah pohon ini!" perintah pak tua.

"Wah, itu tidak mungkin!" protes pemuda itu.Aku tidak dapat mencabut pohon besar tersebut."

Orang tua itu menjawab, "Engkau benar. Kebiasaan, entah baik maupun buruk, sama seperti pohon yang masih kecil, dapat di cabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar, untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat.

Kebiasaan yang sudah lama telah berakar sangat mendalam, sehingga orang itu sendiri tidak dapat mencabutnya. Jagalah dirimu agar agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan- kebiasaan baik."

Sobat ECC, coba ambil waktu ambil waktu dan selidiki hati kita. Adakah kebiasaan buruk kita yang sudah agak besar?

Jika ada, carilah penyelesaiannya.

Berdoa pada Tuhan dan ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walau sesekali kita gagal, terus ulangi. Dengan sikap ingin berubah, kita pasti bisa membuang "AKAR" jelek tersebut. [SE]

TUHAN YESUS MEMBERKATI



Sumber: Facebook (Elshaddai Capivity)

Monday, 9 May 2011

Insyaflah!

Syalom!
Pada kali ini saya akan menerangkan bahwa mengapa kita harus insyaf...
Selama kita bersama atau ikut Tuhan , semua yang kita kerjakan itu adalah buah tanganNya! Dan Ia berhak menentukan hak-hak kerajaan bagimu.
Pada lukas 22:28-34 tertulis bahwa:
28Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
29Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
30bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
31Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
32tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.''
33Jawab Petrus: ''Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!''
34Tetapi Yesus berkata: ''Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.''

Di sana tertulis bahwa petrus menyangkal bahwa ia akan setia dan rela berkorban bagi Yesus, namun Yesus menganggapnya itu suatu kesalahan. Mengapa? Karena Ia tak tahu diri, sebab Yesus dahulu mendapati Petrus dengan nama Simon yang artinya Buluh dan digantiNya menjadi Petrus yang artinya Batu Karang yang kokoh.
Namun dalam kenyataannya Petrus pada akhirnya tidak mengakui bahwa ia muridnya Yesus saat ia ditanya oleh orang-orang disekitarnya saat Yesus hendak disalibkan.
Karena ketamakan Petrus yang menganggap dirinya adalah batu karang yang benar-benar batu karang, iblis memberi cobaan gandum, pada dirinya yang dulu namanya Simon=buluh. Namun ternyata saat Tuhan Yesus menerima siksaan berat ia pura-pura tak mengenaliNya.
Anda tahu buluh pastinya kan? Buluh adalah tumbuhan liar yang tumbuh di semak-semak, dan bila dicabut akan layu serta tak berbobot.
Serta anda pastinya mengerti gandumkan? Bila ia dipanen ia di ayak atau diberi angin untuk memisahkan kulit gandum dengan gandumnya.
Nah apa yang terjadi pada buluh itu? Pastinya akan tertiup angin seutuhnya dan tidak meninggalkan apapun untuk dinikmati/dikonsumsi, nah itulah yang disebut ketamakan serta kesombongan.
Janganlah anda sombong akan apa yang anda raih saat ini! Karena itu semua Tuhan yang melakukan! Kita hanya pekerjaNya! Ingat, di dalam diri kita itu masih ada ke-simonan sama seperti Petrus.
1Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
2Berkatalah Sarai kepada Abram: ''Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.'' Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
3Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, -- yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan --, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
4Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
5Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: ''Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.''
6Kata Abram kepada Sarai: ''Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.'' Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
7Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
8Katanya: ''Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?'' Jawabnya: ''Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.''
9Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ''Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.''
10Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ''Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.''
11Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ''Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
Mari kita lihat pada Ayat 4 = Hagar memandang rendah sarai. Di situ sarai tidak tahu diri karena semua itu sarai yang mengusulkan rencana itu.
Ayat 6 = Sarai menindas hagar karena hagar tidak tahu diri
Ayat 8 = Katanya: ''Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?'' Jawabnya: ''Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.'' Nah disitu ada unsur keinsyafan hagar yang ditujukan kepada Tuhan yaitu saat Hagar berkata bahwa Ia meninggalkan nyonyaku.
Orang yang insyaf nantinya akan diselamatkan, namun orang yang tak tahu diri akan kecewa karena tak akan memperoleh keselamatan dari padaNya.
Yesaya 26:12 mengatakan: "Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami"
maka dari itu kamu sebagai manusia janganlah sombong akan segala sesuatu! Jangan sombong hai orang kaya! Karena kamu hanya menjadi bendaharaNya.
1 Korintus 15:9: Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
Pada waktu itu ia mengataka ia paling rendah diantara para rasul namun pada 5th berikutnya ia :Efesus 3:8 mengatakan "Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,"
Namun pada Timotius 1:15, ia mengatakan bahwa ia paling hina dari semua umat kristen.
Makin lama kita ikut Tuhan Yesus, makin banyak kita mengetahui kekurangan kita dan kita akan sadar akan kekurangan kita.
Kejelekan dan kekurangan yang kita ungkapkan itu Tuhan anggap suatu kebaikan atau kebenaran.

Jadi hendaknya kita insyaf akan segala yang kita lakukan.... :)
~GBU~

Tuesday, 26 April 2011

Kesaksian Jim Caviezel pemeran Yesus dalam The Passion of the Christ.

kesaksian Jim Caviezel pemeran Yesus dalam The Passion of the Christ. menulispada 29 Juni 2009 jam 11:58 Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film “The Passion Of the Christ”. Berikut refleksi atas perannya di film itu. JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN2 KECIL DALAM FILM2 YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA (SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL “ THE THIN RED LINE”. ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU. Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya. “Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda. Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. Kata suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?”, Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya. Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu. Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood. Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood . Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman. Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?” Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red Line”. Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini! Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membingungkan saya, karena begitu banya referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda. Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya. Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya. Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran munkin menjadi jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting. Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu. Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya. Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan. Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga. Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis. Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu. Saya bekata pada Mel, saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini. Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya. Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm. Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan ditanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan. Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya. Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia. Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwaNya. Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang (setan tidak senang dengan adanya pembuatan film seperti ini). Dan sayapun tidak sadarkan diri. Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak “dia sadar! dia sadar!” (dalam kondisi seperti ini mustahil bagi manusia untuk bisa selamat dari hamtaman petir yang berkekuatan berjuta-juta volt kekuatan listrik, tapi perlindungan Tuhan terjadi disini). “Apa yang telah terjadi?” Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu. Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan”? Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat padaNya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian. Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada disitu, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diriNya sendiri. Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini. Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa. Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda. Amin. “TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA”

Daftar Telepon Tuhan

GodPhoneNumber

Puji TUHAN, anda telah dapat meneleponNYA setiap saat ! Anda hanya perlu untuk memanggilNYA sekali dan TUHAN mendengar anda. Karena YESUS, anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.

TUHAN menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi. Ketika anda memanggil dan TUHAN akan menjawab. Anda akan menangis minta tolong dan DIA akan berkata, “Ini AKU”.

Ketika anda memanggil, gunakan nomor telepon darurat di bawah ini:

PERSOALAN PUTAR NO TELEPON
Saat berduka cita Yohanes 14
Ketika dikecewakan sesama Mazmur 27
Jika anda ingin berbuah Yohanes 15
Ketika anda berdosa Mazmur 51
Ketika anda khawatir Matius 6: 19 34
Ketika anda dalam bahaya Mazmur 91
Ketika TUHAN terasa jauh Mazmur 139
Ketika iman anda perlu dikuatkan Ibrani 11
Ketika anda merasa sendiri dan takut Mazmur 23
Ketika hidup anda dalam kepahitan 1 Korintus 13
Untuk rahasia kebahagiaan Paulus Kolose 3: 12-17
Untuk arti keKristenan 2 Korintus 5: 15-19
Ketika anda merasa kecewa dan ditinggalkan Roma 8: 31-39
Ketika anda menginginkan kedamaian dan ketenangan Matius 11: 25-30
Ketika dunia terlihat lebih besar dari TUHAN Mazmur 90
Ketika anda ingin jaminan kekristenan Roma 8: 1-30
Ketika anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau berpergian Mazmur 121
Untuk penemuan / kesempatan besar Yesaya 55
Ketika anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas Joshua 1
Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama Roma 12
Ketika anda memikirkan kekayaan Markus 10
Saat anda mengalami depresi Mazmur 27
Ketika anda kesulitan keuangan Mazmur 37
Jika anda kehilangan kepercayaan terhadap orang 1 Korintus 13
Jika orang disekitar anda tampak berlaku tidak baik Yohanes 15
Ketika anda putus asa dengan pekerjaan Mazmur 126
Jika anda menemukan bahwa dunia mengecil dan anda merasa besar Mazmur 19


Nomor nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 Jam sehari. Bagikan daftar telepon ini kepada orang orang di sekeliling kita. Mana tahu, mungkin mereka sedang membutuhkannya. Jika diperlukan ajaklah berdoa bersama

Jika anda pengguna HP dapat juga menghubungi = 081 8 50 15 2 2 33 3

081 8 = Mazmur 81 : 8

50 15 = Mazmur 50 : 15

2 2 = Yunus 2 : 2

333 = Yeremia 33:3

Dosa dan Anugrah

Sumber : http://saatteduh.wordpress.com/2011/04/26/dosa-dan-anugerah/

Baca: Kejadian 3:20-4:16

Dosa memang memiliki efek menular. Satu dosa dalam diri seseorang dapat melahirkan dosa lain dalam diri orang tersebut. Satu orang berdosa bisa ditiru orang lain dan mengakibatkan orang yang meniru itu jadi berdosa pula.

Apa yang terjadi pada Adam dan Hawa, berdampak lebih dahsyat pada Kain dan Habil. Bila Adam menyalahkan Hawa sebagai penyebab kejatuhan mereka ke dalam dosa, Kain tega membunuh Habil sebab kurban persembahannya tidak diterima oleh Tuhan (4:5, 8). Bila Adam dan Hawa harus terusir dari Taman Eden dan berjuang melawan semak duri dan ketandusan tanah untuk dapat beroleh bahan makanan; Kain harus terusir dari tempat tinggalnya serta menjadi pelarian dan pengembara di bumi (4:14).

Puji syukur kepada Tuhan, karena walau manusia semakin terpuruk oleh karena dosa, kasih setia Allah tetap menyertai dan melindungi mereka. Untuk Adam dan Hawa, Tuhan mengenakan pakaian kulit untuk menutupi ketelanjangan mereka. Hewan yang dikurbankan nyawanya demi Adam dan Hawa mungkin adalah cikal bakal ritual persembahan kurban yang diatur oleh Taurat. Demikian juga tindakan Allah mengusir pasangan suami istri pertama itu dari Taman Eden adalah tindakan anugerah agar manusia tidak mengalami hidup dalam penderitaan dan belenggu dosa secara kekal (22-24). Demikian juga dengan Kain. Tuhan memang telah menghukum dia karena darah Habel, adiknya, dengan menjadi pelarian dan pengembara di muka bumi. Namun Ia menjanjikan Kain perlindungan dari pembalasan dendam (15).

Dosa dapat berefek bola salju, semakin menggelinding semakin dahsyat kerusakan yang dihasilkan. Namun anugerah penebusan dan pemeliharaan Allah jauh lebih hebat. Kasih setia Allah tetap menopang ciptaan-Nya dari kehancuran total. Kasih dan pengurbanan-Nya telah, sedang, dan akan terus memperbarui setiap orang yang hancur, asal mau bertobat. Kita yang terpuruk oleh dosa, mari sujud di hadapan-Nya, meminta belas kasih dan pengampunan-Nya. Alami pembaruan dan pemulihan-Nya, lalu bangkitlah menjadi saksi-saksi-Nya.


Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email: ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id.

Sunday, 17 April 2011

Pengelihatan 11 Maret 2011

Message from the LORD, by Steve Yong Kim

...Received 11:48 PM, March 11, 2011 during prayer

"setiap saat, bersiaplah setiap saat! Bersiaplah, setiap saat, kau harus siap setiap saat. Setiap saat, setiap saat,untuk kedatanganku! Aku siap untuk datang anak - Ku! Tapi kau tidak siap! Aku siap untuk datang! Tapi kau tidak siap anak - Ku! Kau tidak siap anak - Ku. Aku siap tapi kau tidak siap. Kukatakan kepadamu Anak - Ku, siapkanlah dirimu dengan berdoa! Oh aku siap tapi kau tidak siap! Kau tidak siap anak - Ku! Oh, banyak yang tidak siap! Oh, banyak yang tidak siap! Siapkanlah dirimu! Oh, Kau tidak siap. Kedatangan – Ku sudah sangat dekatkenapa kau tidak bersiap? Apakah kau melihat tanda di sekitarmu? Aku telah memulai perkerjaan - Ku dan kedatangan – Ku sudah sangat dekat. Dan kau tidak siap anak – Ku! Banyak yang tidak siap.banyak yang tidak siap dan Aku tak mungin, aku tak mungkin menunda. tapi aku harus datangtapi banyak yang tdak siap. Banyak diantara kamu yang tidak siap. Aku siap anak –Ku tap kamu tidak siap. Aku siap anak – Ku tapi kamu tidak siap. Berapa lama, berapa lama Aku harus menunggu! Aku telah memberimu banyak waktu untuk bertobat dan kembali ke jalan -Ku. Berapa lama? Hati –Ku menahan untuk apa yang akan datang! Untuk yang akan datang! Untuk yang akan datang, Aku lebih berduka! Karena banyak yang akan datangdi jalanmu! Kedatangan –Ku sudah dekat tapi banyak yang akan datang! Banyak yang datang, banyak yang datang! Kau bahkan tidak bersiap! Banyak yang datang, banyak, banyak hal akan datang! Banyak di antara kamu belum siap akan kedatangankukedatanganku sudah dekat! Aku harus menginjinkan banyak hal, banyak hal di jalanmu. Banyak di antara kamu yang akan gagal. Banyak di antara kamu, akan memalingkan mukamu. Banyak di antara kamu akan menyerah ! banyak di antara kamu banyak di antara kamu! Kau mengharapkan kedatangan -Ku! Kau mengharapkan kedatangan -Ku. Kau mengharapkan pengangkatan! Oh, anak - Ku, jika kamu tidak dapat mengatasi kesengsaraan pribadimu, jika kamu tidak dapat mengatasi kesengsaraan dan ujian pribadimu, bagaimana kamu dapat mengharapkan pengangkatan – Ku.

ANAK – ANAK – KU MENGUASAI DIRINYA! JIKA KAU KALAH DAN MENUNGGU PENGANGKATANKU, BAGAIMANA ITU MASUK AKAL? KAU HARUS MENGATASINYA! KAU HARUS DIMURNIKANKAU HARUS MELEWATI UJIAN DARI KESENGSARAANMU SENDIRI! BARULAH KAU SIAP UNTUK PENGANGKATAN!! APA KAU PIKIR SIAP DI ANGKAT? KAU PIKIR ITU HANYA MENUNGGU? DAN MENINGGALKAN KEHIDUPAN INI LALU NYAMAN DI SURGA BARU SIAP PENGANGKATAN? HANYA MENUNGGU ITU BERARTI TIDAK SIAP DI ANGKAT! KAU PIKIR MEMBAGI – BAGIKAN JEJAK PENGANGKATAN MEMBUAT KAU SIAP DI ANGKAT? KAU HARUS CHECK DIRIMUDAN MELIHAT KEMBALI HIDUPMU. APAKAH KAU SIAP? FOKUSLAH PADAKU! KAU FOKUS DI PENGANGKATAN TAPI KAU TIDAK PEDULI TENTANG APA YANG ADA DI HIDUPMU ATAU APA YANG HARUS KAU JAGA DI HIDUPMU.JIKA KAU BAHKAN MEMILIKI SUATU HAL KECIL YANG MENJADI MILIK DUNIA DAN KAU TIDAK MEMUTUSKAN UNTUK MEMUTUSKAN ITU MAKA JANGAN BERHARAP KAU AKAN DI ANGKAT! JANGAN BERHARAP UNTUK DI ANGKAT! HAL KECIL ITU AKAN MENAHANMU DARI PENGANGKATAN. JIKA KAU TIDAK MEMUTUSKAN UNTUK MEMUTUSKAN HAL YANG MENJADI MILIK DUNIA, MAKA KAU TIDAK AKAN DI ANGKAT! BAHWA AKU TIDAK AKAN MENGANGKAT MEREKA YANG YANG TIDAK MEMILIH UNTUK MEMUTUSKAN HAL YANG ADA DI DUNIA, MEREKA TIDAK SIAP DI ANGKAT! AKU HANYA MENGANGKAT MEREKA YANG TIDAK BERCELA DAN TIDAK BERCACAT, MEREKA YANG MURNI MEMPELAI WANITA. MEREKA YANG TELAH MENGATASI! MEREKA YANG TELAH MENGATASI TES DAN KESENGSARAAN MEREKA. MEREKA YANG TELAH MENGATASIMEREKA YANG TELAH MEMILIH UNTUK MENGHAPUS DOSA MEREKA DAN MEMBUAT PILIHAN UNTUK BENAR – BENAR MENDEDIKASIKAN HIDUP MEREKA BAGIKU, ITULAH PENGANTINKU!! BUKAN MEREKA YANG INGIN MENINGGALKAN DUNIA INI! DAN KAU PIKIR KAU DAPAT DI ANGKAT DENGAN DOSA - DOSA YANG MASIH MEMBELENGGUMU? MEREKA TIDAK AKAN DI ANGKAT!!

AKU DATANG! KEDATANGANKU SUDAH DEKAT! ANAK - KU, BANYAK HAL AKAN TERJADI SECARA BERUNTUN. TOLONG BERSIAP ANAK - KU! HILANGKAN DOSAMU. BERSIAPLAH, KAU HARUS MEMILIH UNTUK MENGHILANGKAN PENGARUH DUNIA DARIMU BUALAH DIRIMU SIAP UNTUK DI ANGKAT! MINTALAH PADAKU KEKUATAN UNTUK MENGATASI DAN AKU AKAN MEMBERIKAN KEKUATAN PADAMU UNTUK MENGATASI ITU. SELURUH KESENGSARAANMU DAN SELURUH TESMU, KAU AKAN DAPAT MENYELESAIKAN DENGAN MEMINTA KEPADAKU KEKUATAN UNTUK MENYELESAIKAN ITU. KAU AKAN DAPAT MENGATASI SEGALA HAL DAN SIAP UNTUK DI ANGKAT. KAU HARUS DI BERSIHKAN DARI DUNIA. DATANG PADAKU! DATANG PADAKU ANAK - KU! BANYAK DI ANTARA KAMU, BANYAK SEKALI DI ANTARA KAMU TIDAK SIAP! BANYAK YANG MENYADARI BAHWA MEREKA TIDAK SIAP TETAPI MENUNGGU PENGANGKATANKU. KAU AKAN TERTINGGAL! KAU AKAN TERTINGGAL DAN BERPIKIR MENGAPA!!! MENGAPA? TAPI KAU HARUS AHU BAHWA AKU TELAH MEMBERI, AKU TELAH MEMBERIMU INSTRUKSI UNTUK DI ANGKAT.AKU TELAH MEMBERIMU INSTRUKSI UNTUK MENJADI MEMPELAIKU,INSTRUKSI UNTUK DIBAWA PERGI! SEKARANG, KAU HARUS MEMULAI.

YA, KAU HARUS MEMBACA, KAU HARUS BERDOA, PRAY PENUH KEYAKINAN DAN AKU AKAN MENGATAKAN APA YANG HARUS KAU LAKUKAN! SIAPLAH DI ANGKAT ANAK - KU, SAPLAH DI ANGKAT! WAKTU SANGAT PENDEK! OH, WAKTU SANGAT PENDEK! SUDAH TIDAK ADA WAKTU LAGI! LARI PADAKU! DATANG PADAKU! KAU HARUS DI BERSIHKAN SUPAYA KAU MENJADI MURNI, KAU DAPAT BERSIH DARI HAL – HAL DUNIAWI. WAKTUNYA UNTUK DI BERSIHKAN DARI DUNIA! WAKTUNYA UNTUK MENGATASI! WAKTUNYA UNTUK MENGATASI! MEMPELAIKU YANG MENANG! MEMPELAIKU YANG MENANG!

BANYAK YANG AKAN MATI, BANYAK YANG AKAN MATI! MASA KEGELAPAN MULAI DATANG! MASA KEGELAPAN MULAI DATANG! MASA KEGELAPAN MULAI DATANG! ATASILAH ANAK – KU, MASA KEGELAPAN MULAI DATANG, ATASILAH! MASA KEGELAPAN MULAI DATANG!

KAPANPUN, BERSIAPLAH KAPANPUN ANAK - KU. SIAPKAN DIRIMU, KAPANPUN. "